logoblog

Cari

Tutup Iklan

Warga Pantai Nadi Kesulitan Sarana Kesehatan

Warga Pantai Nadi Kesulitan Sarana Kesehatan

Kisah unik terjadi saat TIM KM. Portal Himpas melakukan Ekspedisi Menggali Potensi Wilayah  di Pantai Nadi, Kecamatan Langgu pada hari minggu

Infrastruktur

Al Furqan
Oleh Al Furqan
10 Maret, 2014 22:38:12
Infrastruktur
Komentar: 4
Dibaca: 11685 Kali

Kisah unik terjadi saat TIM KM. Portal Himpas melakukan Ekspedisi Menggali Potensi Wilayah  di Pantai Nadi, Kecamatan Langgu pada hari minggu beberapa waktu lalu. Siang itu udara panas mulai menyengat beberapa Kru Portal Himpas asyik duduk dibawah rimbunan pohon di tepi pantai sambil menikmati Indahnya suasana pantai yang baru kami datangi itu.  

Beberapa waktu kemudian, terlihat sekelompok warga berlarian seakan mengejar ombak dan memunguti sejumpah sampah yang terhempas ketepi pantai dan memasukannya kedalam karung yang telah mereka sediakan.

Melihat kejadian itu berbagai pertanyaan muncul dibenak kami. Apakah ada lomba pungut sampah yang digelar warga sekitar? Kata salah seorang kru. Ah.. tidak mungkin jawab yang lainnya. Dengan rasa penasaran lalu kami menghapiri warga yang sedang asyik memunguti sampah laut tersebut dan mewawancarai salah satu di antara mereka.

Setelah kami hampiri pertanyaan pun muncul “apakah ada lomba pungut sampah di sini pak?” kata kru, kepada pria paruh baya yang ternyata diketahui namanya Pak Muhammad (58 thn), awalnya pertanyaan itu tidak direspon, kemudian diganti dengan pertanyaan lainnya “apa yang dilakukan bapak sekarang?” Oh ini, jawab dia, “kami sedang mengumpulkan “goze” segar yang terhempas ombak untuk dikeringkan dan akan dijual kepada pengepul,” kata dia, menedengar jawaban itu beberapa kru mulai garuk-garuk kepala dan senyum-senyum sendiri.

 

Baca Juga :


Setelah kami gali lebih dalam ternyata sebagian besar warga yang tinggal di tepi pantai Nadi memiliki pencaharian hanya bersumber dari menjual “goze” atau sargassum. Bagi warga yang memiliki perahu boat mereka akan mengabil langsung dari sumbernya dengan menyelam ke kedalam laut menggunakan alat berupa compressor dan bagi warga lain yang tidak memiliki alat mereka hanya bisa mengais rupiah dari sisa sampah laut, selain itu hanya menjadi buruh yang akan menurunkan sargassum dari perahu nelayan lainnya.

Namun yang menjadi kesulitan warga Nadi adalah, ketika mereka sakit atau ada yang melahirkan akan sulit mendapat penangan medis, karena didaerah pesisir ini tidak ada prasarana kesehatan yang disediakan pemerintah dan tidak ada bidan desa yang akan membatu ibu untuk melahirkan, untuk itu melalui KM. Portal Himapas warga Nadi berharap Pemerintah dapat memperhatikan kehidupan mereka dengan menyedian sarana kesehetan dan tenaga medis yang akan membantu mereka ketika sakit dan ada yang melahirkan. [Al Bima]  - (01)



 

Artikel Terkait

4 KOMENTAR

  1. KM LENGGE

    KM LENGGE

    18 Juni, 2014

    Semoga ada perhatian dari pemerintah...


  • KM. Jompa Mbojo

    KM. Jompa Mbojo

    11 Maret, 2014

    semoga ada solusi dari Bapak Gubernur :)


  • Al Furqan

    Al Furqan

    11 Maret, 2014

    Bim@ Itulah masalahnya Sob.. Dusun Nadi, Masuk dalam wilayah Desa Laju, Kec. Langgudu, namun dusun ini jauh dan terpencil dari Desa Induk karena harus menyeberangi laut untuk mencapai Dusun ini ke Desa Induk atau dengan alternatif jalan darat harus memutar ke Kec. Monta, satu bidan desa tidak cukup karena mungkin mereka hanya berada di desa induk saja, tetapi untuk ketegori dusun terpencil setidaknya dapat dibuat kebijakan pemerintah agara bidan atau tenaga medis lainnya di tempatkan juga di daerah2 terpencil, sehingga warga terpencil juga mendapat layanan kesehatan dr pemerintah.


  • Bambang Bimawan

    Bambang Bimawan

    10 Maret, 2014

    mengharukan.. padahal pemerintah provinsi sudah memprogramkan "satu desa satu bidan" Pantai Nadi masuk wilayah desa apa mas ?


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan