logoblog

Cari

Ada Main Mata Dalam Pembangunan RPH?

Ada Main Mata Dalam Pembangunan RPH?

DOMPU, proyek pembangunan rumah potong hewan ( RPH ), dinas peternakan propinsi nusa tenggara barat, yang di Pusatkan Pembangunan nya  di

Infrastruktur

A.fatah amirullah
Oleh A.fatah amirullah
22 Agustus, 2015 17:04:51
Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 12552 Kali

DOMPU, proyek pembangunan rumah potong hewan ( RPH ), dinas peternakan propinsi nusa tenggara barat, yang di Pusatkan Pembangunan nya  di lingkungan bali bunga kelurahan kandai dua kecamatan woja kabupaten dompu,  tahun  Anggaran 2013 lalu, kini Nampak  seperti monument tua.

Pasalnya bangunan tersebut, meski baru saja di bangun namun kondisinya sangat memprihatinkan. Hal ini terlihat adanya beberapa fasilitas yang dimiliki , sebagian besarnya  telah rusak. Bukan hanya itu, pembanguan RPH  yang diduga lekat dengan kepentingan sejumlah oknum dinas peternakan propinsi,  yang didukung dengan hilangnya  fungsi kontrol  berimbas pada kondisi konstruksi yang buruk.

Hasil pantauan Langsung Koran ini di lokasi Proyek pembangunan RPH beberapa waktu lalu, buruknya Kondisi fisik bangunan Yang tak sebanding dengan jumlah anggara yang di keluarkan oleh Negara, dinilai adanya  dugaan Mark – up yang dilakukan, beberapa fasilitas yang di pasang pada bangunan seperti pada jaringan listrik, hanya terdapat kabel yang tidak beraturan serta tidak disertai dengan pemasangan meteran. Selain itu jaringan air PDAM yang tidak memadai dengan pipa-pipa air yang berserakan, tak ayal semuanya tidak dapat difungsikan sama sekali.

Disisilain,syarat utama yang harus di penuhi  dalam pembangunan RPH,  selain tersedianya tempat pemisahan daging dan jeroan ternak, juga di perlukan adanya tempAt penampungan limbah potong SERTA diperlukan adanya Akses Jalan Untuk memudahkan proses keluar masuknya hewan ternak,  namun pada kenyataannya Jalan tersebut sama sekali tidak dimiliki, hal ini menunjukan betapa bobroknya pembangunan tersebut Sehingga banyak asumsi bermunculan, adanya praktek main mata (konspirasi) yang dilakukan oleh kontraktor dengan pihak terkait.

Tentu saja pembangunan RPH YANG digadangkan merupakan RPH yang berstandar internasional tersebut, mengundang perhatian sejumlah kalangan masyarakat, aktifis dan media massa, sontak merasa terpanggil untuk menelisik fisik bangunan yang serba berantakan, di khawatirka tidak bertahan lama,  Padahal pembangunan rph yang menggenjot  dana gendut  Sebesar 650 juta, yang bersumber dari anggaran pembelanjaan  Negara ( APBN ) ini, dinilai banyak terdapat ketimpangan kerja.

Warga  setempat A. wahab, YANG didatangi oleh awak media, menuturkan, terkait pembangunan RPH tersebut dirinya menilai banyak ketimpangan kerja, salah  satunya dalam proses awal pembangunannya kemarin, pihak kontraktor memasukan bahan material melewati tanah miliknya, seharusnya, minimal mereka meminta ijin dulu, ungkapnya’’.

Sambung wahab, sempat dirinya mendengar percakapan 2 orang yang diduga dari propinsi yang memeriksa bangunan ini,  ‘’ sa,at itu mereka menyatakan bahwa bangunan tersebut tidak layak, kemudian mengambil foto bangunan lalu pergi, pangkasnya jelas””. 

Kepala Dinas Peternakan Kab. Dompu, ir. H. Gajia mansyuri  melalui Kepala Bidang kesmavet dinas Kabupaten dompu, yang dikonfirmasi diruangan kerjanya Senin Minggu (27/7/2015) Lalu , menuturkan, Dalam pembangunan RPH, diperlukan beberapa pertimbangan teknis, yakni lokasi, akses jalan, transpostasi, sumber air, tempat pembuangan limbah, kandang ikat, sehingga RPH dapat digunakan,  namun perlu diakui bahwa dalam pembangunannya masih ada beberapa yang belum lengkap, sehinggga setiap kali kami melakukan rapat di propinsi kami selalu menyampaikan persoalan tersebut’’ bangunan itu belum bisa di gunakan, akunya’’

 

Baca Juga :


dalam pembangunan RPH tersebut  pihaknya tidak pernah sedikitpun dilibatkan, baik berbicara mengenai proses tender sampai pada tekhnis pelaksanaannya, tiba – tiba mucul gambar dan sebagainya, bahkan CV mana yang Mengerjakan kami juga tidak tahu ’’ kami tak punya daya, semuanya di urus oleh dinas propinsi, termaksud masalah tender’’ ungkapnya’’.

Lanjut kepala bidang kesmavet, dalam pembangunan RPH Tersebut, bukan hanya menggunakan Dana dari APBN namun Menggunakan dana APBD untuk pembebasan lahan nya,Kemudian penentuan lokasi sebelum dilakukan pembangunan juga  sudah dilakukan survei oleh pihak propinsi yakni dinas terkait, menurut kami tempatnya sudah sangat reprensentatif dengan kriterial yang dimiliki, namun Fisik bangunan itula yang menjadi problem , Proses pembangunan lanjutan akan dilaksanakan pada tahun 2015 ini, meliputi jalan  dan pemagaran, ‘’ kami belum tau kapan dikerjakan, pungkasnya jelas”

 Ditempat terpisah,kepala dinas provinsi Hj. Budi Septiani yang ditemui, di depan kantornya  menyatakan, dirinya membantah adanya dugaan main mata dengan rekanan.   Ia menjelaskan,  semuanya sudah dilakukan melalui proses dan sudah diserahkan sepenuhnya ke  ULP, kami hanya melaksanakan  sesuai penetapan pemenang tender, ungkapnya’’   

Ditambahkan pula oleh Hj. Budiani, ‘’ untuk lebih jelasnya, silahkan hubungi kepala bidang kesmavet propinsi, pangkasnya singkat’’.

Guna menindak lanjuti, arahan kepala dinas peternakan propinsi NTB,’’ HJ. BUDI SEPTIANI” Guna menemui kepala bidang kesmavet propinsi, wartawan Koran ini, berusaha melakukan konfirmasi, namun sa,at ditemui, kepala bidang justeru menghindar dari awak media. ()



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan