logoblog

Cari

Menhub Minta BUMN Transportasi Berperan Aktif Dalam Proyek Infrastruktur

Menhub Minta BUMN Transportasi Berperan Aktif Dalam Proyek Infrastruktur

Pemerintah mengharapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor perhubungan turut serta dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur, maupun penyediaan pelayanan.  Menurut

Infrastruktur

kabar solah
Oleh kabar solah
29 Agustus, 2018 09:06:33
Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 3893 Kali

Pemerintah mengharapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya sektor perhubungan turut serta dalam penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur, maupun penyediaan pelayanan. 

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, peran serta BUMN dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN, yang ketersediaannya sangat terbatas, sedangkan kebutuhan masyarakat akan sarana dan prasarana transportasi semakin meningkat. 

"Peran serta BUMN dapat dilakukan dalam beberapa pilihan bentuk kerja sama, yaitu Kerja sama Pemanfaatan (KSP), Kerja sama Penyediaan Infrastruktur (KSPI), Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan penugasan Pemerintah kepada BUMN," ujar Menhub Budi, Selasa (28/8).

Lebih lanjut Menhub Budi menjelaskan, saat ini beberapa proyek infrastruktur sektor transportasi telah berjalan dan disiapkan pilot project KPBU serta dapat dilaksanakan dipembangunan pembangunan infrastruktur transportasi yang lain.

Beberapa pilot project KPBU yaitu, jalur KA Makassar-Pare-pare, paving ground BPLJSKB, Bandara Komodo, TOD Poris Plawad, serta Pelabuhan Bau Bau dan Anggrek. 

"Diharapkan pilot project tersebut dapat berjalan dengan lancar, kemudian dilanjutkan pada pembangunan project di lokasi lainnya secara merata di seluruh negeri," kata Menhub Budi. 

Dengan skema kerja sama antara pemerintah dengan BUMN, pemerintah dapat mengalokasikan APBN untuk pembangunan infrastruktur lain sehingga pembangunan infrastruktur merata di seluruh wilayah Indonesia.

 

Baca Juga :


"Kalau kegiatan kerja sama ini semakin banyak berlangsung maka dana pemerintah bisa digunakan untuk yang lain. Contohnya saja, saat ini dipastikan tidak ada lagi APBN di beberapa bandara, yaitu Bandara Fatmawati di Bengkulu, Bandara Radin Inten di Lampung dan Bandara Sentani di Papua," tegasnya. 

Dana ratusan miliar itu digunakan untuk mempercepat Bandara Buntukunik di Toraja yang sebelumnya selesai 2020 dipastikan 2019 selesai, kemudian Bandara Taufik Kiemas di Pekon Serai tadinya selesai 2020 namun pada 2019 dipastikan selesai, dan Bandara di Sukabumi tadinya 2021 akan selesai namun dipercepat menjadi 2020," ungkap Menhub Budi.

Lebih lanjut Menhub mengatakan selain didukung BUMN, Kemenhub mengharap peran swasta dalam pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung pemerintah.

"Oleh karenanya, di setiap sektor saya mendorong BUMN aktif karena lebih mapan, dan saya berinisiatif untuk mengupayakan kerja sama operasi atau konsesi agar ada payung hukum dengan BUMN. Tapi tidak melupakan swasta. Ke depan diberikan kesempatan BUMN memulai dengan membuka kesempatan swasta untuk join di dalamnya," tutup Menhub Budi. [InfoPublik]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan