logoblog

Cari

PLN Target Elektrifikasi Akhir 2019 

PLN Target Elektrifikasi Akhir 2019 

PLN menargetkan lebih banyak masyarakat akan menikmati listrik pada akhir 2019. Saat ini berbagai upaya dilakukan seperti menambah pembangkit listrik dan

Infrastruktur

Suparman
Oleh Suparman
17 Mei, 2019 12:58:44
Infrastruktur
Komentar: 0
Dibaca: 969 Kali

PLN menargetkan lebih banyak masyarakat akan menikmati listrik pada akhir 2019. Saat ini berbagai upaya dilakukan seperti menambah pembangkit listrik dan memperkuat transmisi untuk penyaluran listrik.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka menjelaskan, selain melakukan pemetaan listrik, PLN juga terus membangun infrastruktur ketenagalistrikan. Pembangunan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTB yang terus meningkat. Penambahan pasokan listrik juga untuk mendorong pertumbuhan bisnis dan industri. 

Saat ini, terdapat beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain, pembangkit listrik tenaga minyak, gas dan uap Lombok Peaker berkapasitas 150 Megawatt (MW). Pembangkit Listrik tenaga Minyak dan Gas Bima-Sumbawa berkapasitas dengan masing-masing 50 MW. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Sumbawa Barat berkapasitas 14 MW dan Percepatan pembangunan pembangkit listrik tahap dua yang berkapasitas 25 Megawatt.

"Selain pembangkit, di sisi transmisi kami juga terus membangun untuk memperkuat penyaluran listrik di seluruh Pulau Lombok-Sumbawa," tegasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosyiadi Sayuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PLN  yang bahu membahu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Layanan untuk memenuhi pasokan listrik terus ditingkatkan dengan tingkat pemadaman yang rendah, meskipun di beberapa daerah kerap sekali terjadi pemadaman. Namun hal itu dilakukan untuk memperbaiki serta menambah kapasitas listrik yang memadai.

Rasio Elektrifikasi menandakan tingkat perbandingan jumlah penduduk yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di suatu daerah. Saat ini, pencapaian Rasio Elektrifikasi selama Lima tahun terakhir sampai dengan April 2019  sebesar 95,88 persen di NTB. Artinya masih sekitar 3,12 persen yang harus dituntaskan oleh PLN untuk mencapai angka 99 Persen kebutuhan listrik di NTB.

"Kami terus berkomitmen, bekerja keras untuk mewujudkan NTB benderang. Mimpi kami yang paling utama saat ini adalah bagaimana meningkatkan Rasio Elektrifikasi NTB menjadi 99 persen di akhir tahun 2019," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka

Untuk mewujudkan Provinsi Nusa tenggara Barat yang terang benderang, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) tentu membutuhkan dukungan dari semua Stakeholder terkait, baik dari pemerintah, TNI Polri, seluruh masyarakat dan Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) lainnya.

Oleh karena itu, sebagai Badan Usaha Miliki Negara, tentu memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan energi berkeadilan. Energi listrik yang dapat diterima oleh masyarakat di seluruh pelosok daerah dan Listrik untuk semua. Dengan meratanya pasokan listrik di seluruh pelosok daerah "Kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat, selaras dengan motto PLN "Listrik untuk kehidupan yang lebih baik," jelasnya.


"Menjadi pegawai PLN memang tidak mudah. Banyak cacian dan hinaan yang dilontarkan oleh masyarakat ketika terjadi pemadaman," ujarnya.

Meski demikian, Petugas PLN terus berupaya melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik meski terus di bayangin oleh cacian  masyarakat. Pemerintah daerah juga mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi dalam menjawab persoalan listrik yang ada. Koordinasi dengan pihak PLN terus ditingkatkan sehingga pasokan listrik ke depan dapat di atasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan listrik terus meningkat.

"Dalam waktu tidak lama lagi, NTB akan menjadi pengguna listrik yang cukup besar. Di tandai dengan pembangunan hotel-hotel untuk mendukung gelaran MotoGp di Mandalika, tentu kebutuhan listrik akan meningkat," jelas Sekda. (Man-Tim Media)
[13:08, 17/5/2019] Kom Bang Jami: Jumlah Penduduk Banyak, Lotim Mampu Jaga Kamtibmas Pemilu 2019

 

Baca Juga :


Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah  memuji lancarnya proses demokrasi di Lombok Timur. Dengan jumlah penduduk terbanyak di NTB (Data BPS Lombok Timur Tahun 2016) ada 1.173.781 jiwa tersebar di 21 kecamatan, namun mampu menjaga keamanan dan kelancara Pemilu dengan baik. 

Hal tersebut diungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyapa masyarakat Lombok Timur pada Safari Ramadhan di Masjid Agung Al-Mujahiddin,  Selong, Kamis (16/05/2019).
 
“Dengan jumlah penduduk paling banyak di NTB, tidak menghalangi kelancaran dan keamanan Pemilu Pilpres dan Pileg 2019,” tutur Doktor Zul.  

Kabuapten Lombok Timur memiliki penduduk paling banyak di Kabuapten/Kota diseluruh NTB. ada 1.173.781 jiwa tersebar di 21 kecamatan, dengan luas wilayah1,230.76 km2  hampir 1/3 Pulau Lombok.

DIhadapan Bupati Lombok Timur, H. M. Sukisman Azmy  dan masyarakata Lombok Timur, Gubernur juga memuji proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Lombok Timur yang berlangsung cepat. 

Ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat, pemerintah serta anggota TNI/Polri di Lombok Timur yang membantu prossa tersebut. 

“Kedepan tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh mengenai lambannya pemerintah menangani rehab rekon itu,” harap Doktor Zul.

Gubernur NTB ini mengajak masyarakat Lotim, momentum bulan Ramadhan merupakan saat yang tepat untuk mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT. 

"Bulan Ramadhan adalah momentum bagi kita untuk bersyukur," ungkap Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dihadapan Kepala OPD Pemda Lotim dan ligkup Pemrov. NTB yang ikut safari Ramadhan.

Harta dan uang yang banyak bukan jaminan untuk hidup bahagia. Maka,  rasa syukur terhadap apa yang ada merupakan bentuk kebahagiaan sejati. "Jadi camat syukuri, jadi kepala dinas syukuri," ungkap Gubernur.

Menutup rangkian Safari Ramadhan tersebur, Gubernur NTB menyerahkan bantuan berupa dana pembangunan untuk masjid, perlengkapan ibadah, peralatan budidaya perikanan, bibit-bibit pohon serta modal usaha untuk masyarakat Kabupaten Lombok Timur. (Sumber Humas NTB-Edy Tim Media)



 
Suparman

Suparman

nama Suparman, biasa di panggil Man. lahir di desa O,o Kec. Dompu, Kab. Dompu pada Tanggal 12 Februari 1992. anak pertama dari enam saudara. saya lahir dari pasangan Bapak A. Talib dengan Ny. Uniriyah. No HP 085337689025

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan