Minta di Aspal, Jalan di Blokir

KM, Sarei Ndai.- Ratusan warga sakuru yang tergabhng dalam gerakan Aliansi Pemuda Sakuru Bersatu (APSB) memblokir jalan lintas tente-parado, senen (11/8) di Desa Sakuru Kecamatan Monta. Mereka memprotes kondisi jalan lintas tersebut hingga turunnya berita ini belum dilakukan pengaspalan, dan jalan itu sering terjadi langganan lakalantas, akibat kondisi jalan dipenuhi kerikil.

Menurut mereka, sikap diam pemerintah yang tidak ingin mendesak pihak kontraktor yakni PT Bunga Raya Selaku Pelaksana proyek tersebut membuat warga geram dengan kondisi jalan yang meresahkan. Padahal jalan tersebut sudah di lakukan pengerasan dan pernah menjanjikan bahwa sebelum lebaran idul fitri, jalan itu akan di aspal. Namun sampai hari ini tidak ada tanda-tanda pihak PT tersebut mengaspal jalan itu."Jangan hanya janji, tapi buktikan kepada masyarakat,"ujar korlap sahrul.

Dalam orasinya,  korlap meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Bima, agar mendesak PT Bunga Raya, secepatnya mengerjakan pengaspalan jalan itu, Demostran juga menagih janji pemerintah yang telah berjanji akan melakukan penimbunan Lapangan Sepak Bola Desa Sakuru, dan  janji  itu udah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah  dan DPRD kab. Bima, dan meminta pembangunan Bronjonisasi juga yang telah dijanjikan oleh pihak PU sebelumnya. "Kami tuntu semua janji itu, dan Jika tuntutan kami tidak di indahkan, maka jalan ini tidak akan di buka,"katanya.

Aksi yang berlangsung pukul 09.00 Wita, itu langsung menutup mati jalan lintas itu. Mereka mereka juga meminta Bupati Bima  Drs H. Syafruddin HM. Nur M.Pd, dan Kepala Dinas PU Ir Nggempo datang menemui massa aksi untuk mengklarifikasi langsung semua tuntutan demostran, terutama menyoal jalan lintas tente-parado yang belum juga diaspal. Apa alasan hingga hari ini jalan itu belum di aspal, padahal anggaran Rp 32 M lebih ? tanya korlap tadi.

Beginikah sikap pemerintah membangun daerah, kata dia, Perbaikan jalan tidak ada kejelasan kapan dilakukan pengaspalan, sementara kondisi jalan seperni ini akan semakin banyak memakan korban lakalantas. "Apa harus memakan korban jiwa dulu, baru diaspal. Meninggalkan sertu dengan penuh kerikil, sama halnya meminta korban jiwa,"tudingnya.

Hari ini aksi reformasi yang dilakukan mahasiswa selalu kandas di tengah jalan, namun sekarang mahasiswa akan melakukan aksi refolusi demi kepentingan masyarakat, yakni pengguna jalan lintas tersebut. Tentu upaya refolusi yang dilakukan ini akan mempercepar proses pengerjaan jalan, walaupun pengguna jalan sehari memaksa tidak jalan akibat jalan diblokir.

"Aksi tutup jalan seharti lebih baik, ketimbang jalan rusak dan memakan korban. Blokir jalan penting, karena aksi reformasi selalu mental ketika terjadi dialok,"tandasnya.
Pantauan KM, Sarei Ndai, akibat aksi peblokiran jalan itu sepanjang 2 kilo meter jalan itu mengalami kemacetan. Hingga pukul 14.00 jalan itu masih diblokir. Kendaraan roda dua terpaksa mengambil jalan tikus untuk melintas sementara kendaraan roda empat memilih balik arah.(Andre) -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru