Perbup SDA Disosialisasikan

Reformasi kebijakan pengembangan dan pengelolaan pada sector irigasi di kabupaten Lombok Barat telah lama dilakukan pemerintah pusat yang pengelolaannya juga dilakukan di Lobar. Namun oleh pemerintah kebijakan ini digantikan dengan pengelolaan irigasi yang lebih berpartisipatif dari masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen Pemda Lobar dalam rangka pengembangan pengelolaan sistem irigasi partisipatif, Pemkab Lobar telah menerbitkan Perda No. 2/2010 tentang pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi. Tidak itu saja melalui program Water Resurces dan Irigation Sektor Management Program (WISMP II) dan difasiliotasi oleh Komisi Irigasi Kabupaten Lobar, saat ini telah diterbitkan 5 Perbup sebagai turunan dari Perda tersebut.

Kadis Pekerjaan Umum (PU) Lobar, Ir. Sakri ketika membuka sosialisasi Perbup tentang Sumber Daya Air (SDA) program (WISMP II) belum lama ini di aula BPTKM Mataram menjelaskan, Kelima Perbup dimaksud yakni, Perbup 3/2013 tentang ijin penggunaan air irigasi, Perbup 4/2013 tentang Prosedur Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Perbup 5A/2013 tentang Penyusunan Rencana Manajemen Aset Irigasi, Perbup 5B/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Komisi Irigasi dan Perbup 6A/2013 tentang Tata Cara Pengaduan dan Penanganan Pengaduan atas Pelanggaran Pengelolaan Sumberdaya Air. “Dengan terbitnya Perda Irigasi dan 5 Perbup tersebut, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan irigasi partisipatif di kabupaten Lobar,” jelas Sakri.

Lebih jauh dijelaskan Sakri, program WISMP II bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Sumber Daya Air wilayah sungai dan irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian di lahan irigasi. Program WISMP II juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kapasitas kinerja unit pengelola irigasi serta meningkatkan produktivitas pertanian irigasi di Lobar.

Sebagaimana diketahui di Lobar hingga saat ini sudah banyak P3A dan GP3A yang berprestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Tentu hal ini sangat membanggakan dan hal ini juga menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan Bappeda, Dinas Pertanian ataupun Dinas PU telah memberikan dampak positif. “Prestasi tersebut diharapkan bisa dipertahankan dan dapat memacu segenap institusi yang ada untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Sakri.

Adapun sosialisasi yang dilaksanakan, kata Sakri, yakni 3 Perbup tentang izin penggunaan air irigasi, Perbup tentang prosedur operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi serta Perbup tentang tata Cara Pengaduan dan penanganan pengaduan atas pelanggaran pengelolaan sumberdaya air.

Kegiatan sosialisasi Perbup ini merupakan lanjutan dari kegiatan tahun 2014. Dengan semakin luasnya Perbup ini disosialisasikan diharapkan pengembangan dan pengelolaan irigasi di kabupaten Lobar makin baik. “Kami harapkan dengan sosialisasi yang terbatas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pemahaman Perbu tersebut. Sehingga bermanfaat dalam penerapan dan pelaksanaannya di lapangan,” tegas Sakri.

Sementara itu, peserta sosialisasi ini terdiri dari Dinas Perikanan dan Kelautan, Bapeluh, Bagian Hukum, Kasi PMD Kecamatan, UPTD Pertanakbun, UPT Balai Penyuluh, Pengamat Pengairan, Juru Pengairan dan Pengurus P3A. (wardi)      - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru