Harapan Energi di Ujung Timur

Pulau Lombok yang memiliki banyak keunikan dan kekayaan akan potensi sumber daya alamnya telah menjadi bukti bagi dunia untuk memperhatikan perkembangannya. Selain memiliki Gunung Rinjani sebagai kebaggaan suku sasak yang wilayah daratannya kecil namun memiliki gunung yang menjulang tinggi yang menandakan kekuatan dan keuletan untuk terus berjuang menunjukan kualitas yang terpendam.

Begitu juga dengan perairan laut yang sangat indah, dimana ditengah laut terdapat pulau-pulau kecil berjejer rapi yang disebut dengan gili. Diantara gili-gili tersebut bernama gili lebur, gili kondo, gili bidara, gili lampu, gili sulat, gili lawang dan masih banyak lagi yang belum tersebutkan. Gili-gili tersebut sangat disukai oleh wisatawan local maupun wisatawan asing terbukti dengan data kunjungannya di hotel yang ada di wilayah kec.Sambelia seperti hotel Tunjungbiru, hotel Siola dan hotel gili lampu.

Dengan perairan laut yang sangat luas dan bersahat maka banyak yang melirik wilayah pesisir Lotim bagian timur tepatnya di wilayah kec.Sambelia, seperti sekarang di bangunannya dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dimana yang satu milik BUMN dan yang satu lagi milik swasta (PT.Lombok Energi Dynamics) yang menurut informasi dari Kepala Desa Padak Guar bahwa kekuatan energy yang dihasilkan dari dua PLTU tersebut dapat menerangi pulau Lombok, Sumbawa dan pulau Jawa dengan bahan bakar batu bara yang didatangkan dari Kalimantan.

Menurut L.Sukri salah seorang berpangkat perwira Polisi yang pernah bertugas di SPN Belanting, beliau mengatakan bahwa PLTU tersebut bukan hanya menggunakan batu bara saja sebagai bahan bakarnya, melainkan juga menggunakan kekuatan arus laut Selat Alas. Dimana diketahui bahwa arus air bawah Selat Alas menurut para ahli yang sudah meneliti seperti yang disampaikan oleh Dr.Harry Soecipto Dosen FKIP Unram pada saat kami mendapatkan bimbingan PLGP 2013 beliau mengatakan bahwa arus yang bergerak selama 24 jam perhari adalah satu-satunya di dunia adalah Selat Alas. Sehingga saat itu beliau mengatakan seharusnya pulau Lombok adalah sumber energy listrik terbesar di dunia dengan tenaga air yang memanfaatkan arus dasar air laut yaitu arus Selat Alas.

Ternyata apa yang beliau sampaikan sudah jauh sebelumnya para pemilik modal dan pemerintah dalam hal tersebut BUMN telah melirik wilayah Lotim untuk membangun PLTU yang berkekuatan tinggi. Sehingga terbukti kini dua bangunan PLTU yang berdampingan milik pemerintah dan swasta dalam proses pendirian yang sudah berjalan sejak awal tahun 2014 sampai sekarang. Terlihat bangunannya yang semakin hari semakin melebar dan kokoh dengan material yang diangkut oleh alat berat setiap hari lewat di depan rumah yaitu tiang-tiang beton yang memiliki diameter sekita 50 cm dengan panjang sekitar 25 meter yang kini terlihat berdiri dilokasi tersebut dengan bantuan alat-alat berat.

Perlu diketahui bahwa luas lokasi dari masing-masing PLTU tersebut adalah sekitar kurang lebih 50 hektar yang membentang dari pinggir jalan sampai ditepi pantai dengan masing-masing memiliki dermaga yang besar dan kokoh. Semoga dengan beroperasinya nanti PLTU di wilayah Lotim kec.Sambelia dapat memberikan kepuasan bagi masyarakat sekitarnya untuk menikmati energy listrik dengan maksimal sehingga kegiatan perekonomian dapat berjalan dengan lancer dan kehidupan masyarakat Lombok Timur akan lebih baik lagi dari sebelumnya. (Alpan) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru