Wacana Kereta Gantung Ke Rinjani, Menuai Pro Kontra

Kampung Media NTB (Sembalun Online) – Pembangunan kereta gantung ke Rinjani yang diwacanakan oleh pemerintah Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat mendapat  komenter beragam oleh para pengguna medsos yang tergabung pada grub facebook  Wisata Sembalun.  

Kami tidak setuju, karena kami pendaki Rinjani, bukan tukang naik kereta gantung, pendaki kok naik kereta, gak malu apa?"  Katanya salah satu akun facebook yang bernama . "Tolong untuk pemerintah dikaji dulu dengan baik dan perhitungkan dampaknya, jangan asal bangun lihat rakyatmu yang mencari sesuap nasi dari orang orang yang mendaki” tulis

Komentar senada yang ditulis oleh akun bernama  , "banyak dampak yang akan berimbas sekiranya betul itu kereta gantung bener bener terlaksanakan, ekosistem alam akan terganggu dan banyak porte yang jadi pengangguran". Meski begitu   setuju apabila kereta gantung tersebut di bangunan 30 tahun kedepan, “ kalau 30 tahun kemudian saya setuju karena mungkin saya sudah meninggal” ujarnya.


Dalam komentar selanjutnya meminta kepada pemerintah harus memikirkan masa depan para porter secara matang apabila kereta gantung jadi dibangun karena berpendapat gunung Rinjani adalah milik kita yang harus kita jaga untuk mencari kemakmuran dan kesejahteraan ”gunung Rinjani milik kita bersama yang bisa menjadi sumber kemakmuran rakyat dan Pemerintah harus berfikir yang matang, kalau di bikin kereta gantung praktis jadinya ndek narak lekan pete kepeng porter no”  Katanya.

Meski demikian banyak yang sangat setuju dengan wacana pembangunan kereta gantung itu, seperti yang ditulis oleh  bung “saya setuju Bung  jika itu di bangun 25 tahun kedepan. Karena pada saat itu model aktifitas dan bisnis madyarakat sudah bergeser dan sangat berbeda khususnya di Rinjani. Orang yang menggunakan kereta gantung tentunya hanya menikmati dari atas kereta, bukan menggunakan kereta untuk menuju pelawangan kemudian berkemah disana".  Berlanjut dalam komentar berikutnya bung ”Berbicara masalah menjaga kealamian Rinjani justru konsep Kereta gantung adalah konsep yang menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

"Di Negara-negara maju sudah melakukan itu. Bayangkan jika 25 tahun kedepan Rinjani dikunjungi 1.000.000 orang pertahun dengan konsep jalan kaki maka jalan-jalan mnuju ke atas akan trus tergerus longsor akibat di injak. Coba liat saat ini jalur di bukit penyesalan. Belum lagi pendaki alay yang suka petik edewis dan memasak menggunakan kayu. Semua itu akan membawa kerusakan lingkungan Rinjani itu sendiri” tandas bung

Masyarakat berharap agar pemerintah harus mendegar semua aspirasi rakyatnya sebelum melakukan sebuah pembangunan jangka panjang. Dampak negative dan postif harus menjadi indicator dalam perencanaan sebuah pembangunan. Kenyamanan masyarakat yang mayuritas menjadi salah satu protitas yang harus di fikirkan. (Lin)  

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru