Potensi Laut Melimpah, Lobar Dilirik Lembaga Luar Negeri


LOMBOK BARAT-KM. Ada dua sisi alasan yang membuat kabupaten Lombok Barat (Kab Lobar) dilirik lembagaluar negeri. Alasan tersebut meliputi, tingginya angka kemiskinan di wilayah pesisir dan belum optimalnya pemanfaatan potensi kelautan. Kedua alasan ini, kemudian  Completion Mission for the Coastal Community Development Project (CCDP) International Fund For Agricultural Develpoment (IFAD) menyusun program dan agenda.

Dari 12 kabupaten/kota se Indonersia, kabupaten Lobar masuk di dalamnya. Daerah ini menjadi sasaran sentuhan program CCDP-IFAD. Secara khusus, masuknya Lobar
menjadi sasaran program CCDP-IFAD, karena potensi pesisir daerah ini cukup menjanjikan, tapi belum dimanfaatkan secara optimal, baik dari sisi pemanfaatan potensi perikanan tangkap, budidaya, maupun wisata bahari.

Kepala Dinas Kelautan dan Prikanan (DKP) Lobar,. Ir.H.Subandi melaporkan, luas perairan di Lobar mencapai 1.382,4 KM2 dengan luas daratan 1.053,92 KM2. Panjang garis pantai 192 KM dengan dihiasi pulau-pulau kecil (gili) sebanyak 23 buah. Dari jumlah gili ini, 6 di antaranya sudah dikelola. Demikian pula dengan potensi hutan mangrove sebanyak 398,2 Ha. Potensi terumbu karang dan luas padang lamun mencapai 413,6 Ha. “Program CCDP-IFAD ini masuk Lobar sejak tahun 2013 silam dan tahun 2017 ini akan berakhir,” papar Subandi saat
menerima kunjungan rombongan Tim CCDP-IFAD di ruang kerja buati Lobar di Giri Menang-Gerung, Rabu (4/10).

Sejak bergulirnya program CCDP-IFAD sejak 2013 silam, lembaga ini kata Subandi, telah mendapat alokasi bantuan sosial untukkegiatan ekonomi dan pembangunan infrastrukturpenunjang di wilayah pesisir. Nialinya pun cukup pantastik lebih dari Rp.20,8 Milyar.

Di tempat yang sama, bupati Lobar, H.Fauzan Khalid dalam kata sambutannya menyatakan, kunjungan ini sekaligus sebagai motivasi terhadap apa yang diberikan oleh tim kaitannya dengan program CCDP-IFAD. Kata bupati, masalah keberhasilan tidak hanya dalam bentuk seperti yang disampaikan Kadis DKP. Bupati sendiri mengaku bangga atas keberhasilan program CCDP-IFAD, karena telah mengangkat masyarakat pesisir dari semula miskin menjadi sejahtera.

Namun bupati sangat setuju, jika program ini direplikasi di tempat lain dalam bentuk kelompok-kelompok masyarakat. Tujuannya, di samping meningkatkan taraf hidup masyarakat, tapi juga ada lapangan kerja dalam rangka diverifikasi pengolahan
hasil laut. “Ini yang sangat kami butuhkan dalam rangka meningkatkan hasil laut bagi masyarakat pesisir,” harap bupati dihadapan rombongan tim. Tim ini terdiri dari Direktur Pendayagunaan Pesisir Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Kelautan Kementerian Bappenas RI, Direktorat Multilateral Kementerian Keuangan RI serta tim Leader Project Completion Mission CCDP-IFAD dan Sekretaris Eksekutif PMO CCDP-IFAD Indonesia. Sementara dari Pemkab Lobar terdiri dari Ketua Bappeda, Kadis KP dan sejumlah pasilitator.


Ketua Tim Leader Project Completion Mission CCDP-IFAD, Mr. Andrew Macpherson, melalui translate berharap, dalam rangka deverifikasi program, skalanya diperlebar mulai dari kabupaten, provinsi sampai Indonesia. Bahkan hasil yang sudah didapatkan di Lobar sangat relevan, sama seperti negara-negara di dunia. “Ini sangat penting, supaya diperluas untuk disampaikan kepada steakholder yang lebih banyak,” kata Mr.Andrew.

Pertemuan yang berlangsung hampir dua jam ini, diakhiri dengan sesi photo bersama.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru