Penanganan Korban Gempa di Sumbawa dan Lombok Harus Sama

Sumbawa Barat. Diskominfo - Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M dalam arahannya pada Rapat Evaluasi Rutin Tim Tanggap Bencana di Posko Tanggap Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Senin, (28/8), menjelaskan tentang isi Inpres Nomor 5 Tahun 2018 dimana tidak disebutkannya Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, dalam Inpres tersebut  ditanggapi berbeda oleh kedua Pimpinan Daerah ini. Bupati Sumbawa menuntut dirubahnya isi Inpres tersebut, sedangkan Bupati Sumbawa Barat tidak mempermasalahkan disebutkan atau tidak Kabupaten Sumbawa Barat asalkan perlakuan penanganan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat Pulau Lombok harus sama dengan perlakuan penanganan korban dan pelayanan yang diterima oleh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Warga Pulau Lombok yang rumahnya rusak berat mendapatkan bantuan sebesar Rp.50 juta, rusak sedang Rp. 25 Juta, dan rusak ringan  Rp. 10 Juta. Untuk korban meninggal akan mendapat santunan dari PKH Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial KSB yang akan diberikan kepada ahli warisnya. Hal tersebut dipastikan sama dengan jumlah bantuan yang akan diterima oleh korban terdampak gempa yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.

 "Kami sudah bergerak lebih dahulu walaupun belum diperintah oleh Pemerintah Pusat, bahkan sudah melakukan penanganan dini dan pendataan jumlah korban, bangunan rusak termasuk fasilitas  umum. Data ini sudah disahkan dengan Surat Keputusan Bupati Sumbawa Barat sehingga data yang dirilis kepada masyarakat umum sudah valid. "Kami menerapkan sistem informasi satu pintu sehingga tidak ada lagi berbagai versi terkait data valid yang membingungkan masyarakat" Ungkap Bupati.

Target berikutnya setelah melakukan pendataan dan pendistribusian logistik ke daerah-daerah terdampak, adalah pemulihan dengan melakukan pembersihan puing-puing bangunan yang roboh pada fasilitas umum seperti bangunan Sekolah, Masjid, Puskesmas, dsb. Hal ini untuk memberikan semangat kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat untuk kembali bangkit dari trauma gempa. Pembersihan ini dilakukan dengan melibatkan ASN Pemerintah Daerah Kab. Sumbawa Barat bekerjasama dengan TNI, Polri, Satpol PP, Agen PDPGR setempat dan masyarakat yang berada disekitar lokasi terdampak gempa.

Pemerintah Daerah akan mempercepat pembersihan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan. Jadi, saat musim hujan diperkirakan warga sudah dapat menempati rumah masing-masing. Untuk rumah rusak berat harus dirobohkan agar dapat dibangun kembali hunian yang layak buat warga. "Bantuan yang diberikan bagi warga yang rumahnya rusak berat bukanlah untuk mengganti rumah yang sebelumnya tapi sebagai stimulan untuk memberikan hunian yang layak walaupun tidak sama dengan rumah sebelumnya minimal memiliki fungsi yang sama." Tegas Bupati

Bupati juga menginformasikan ada 20 buah unit tenda rangka dari PT Aman Mineral Nusa Tenggara yang akan digunakan untuk lokasi belajar sementara bagi sekolah yang tidak bisa lagi difungsikan karena rusak berat. Selain itu juga ada 3 Unit MCK dan 1 Unit Kamar Mandi yang akan dibangun di Lapangan Desa Tepas, Desa Tepas Sepakat, Desa Kuang Busir, LAmunga, Desa Seteluk dan  Air Suning. " Dengan adanya fasilitas umum ini maka harus dipastikan ketersediaan air bersih di lokasi dapat terpenuhi" ujar Bupati lagi.

Situasi umum penanganan pengungsi ada 3 tahap yaitu Penanganan di  tenda pengungsi terkait logistik, Penanganan Rekonstruksi terkait pembersihan daerah-daerah terdampak gempa dan  Penanganan Traumatik. Untuk penanganan traumatik pemerintah telah melakukan kegiatan trauma healing dibantu oleh beberapa komunitas mandiri yang dikoordinir oleh Dinas Sosial, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Kantor P2AKB di tenda-tenda pengungsian dengan sasaran anak-anak sekolah dan balita. Diskominfo Sumbawa Barat/Feryal/tifa. Dok. Rangga.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru