Sosialisasi Juknis Rehab Rekon Rumah Korban Gempa

Sumbawa Barat. Diskominfo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan petunjuk teknis (Juknis) kepada 200 fasilitator Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk perbaikan rumah korban Gempa Bumi yang mengalami rusak ringan dan rusak sedang, diantaranya adalah Fasilitator dari masyarakat umum 100 orang dan dari TNI 100 orang.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Perwakilan BPBD Provinsi NTB, Ibrahim, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T., Kepala Pelaksana BPBD KSB, Ir. Lalu Muhammad Azhar, M.M., Camat, Lurah, Danramil se KSB dan Banbinsa.

Dalam sambutannya, Ibrahim mengatakan bahwa kedatangannya ini untuk memberikan semangat kepada fasilitator di KSB agar bekerja dengan baik. BPBD Provinsi juga akan memberikan seragam untuk menunjang pekerjaannya seperti topi, celana, baju, masker. “Seragam yang akan diberikan ini agar para fasilitator semangat dan juga mudah dikenali oleh masyarakat”. Kata Ibrahim.

Sementara itu, Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto, S.T., mengatakan bahwa tugas fasilitator kedepan akan meninjau dan turun ke lapangan untuk membantu korban gempa, namun Dandim menegaskan bahwa semua yang dilakukan harus sesuai aturan, transparan dan akuntabel.

“Saya berharap kita bisa menyelesaikan tugas ini dalam waktu tiga bulan ke depan, dan yang terpenting semua administrasi harus sesuai ketentuan, transparansi”. Kata Dandim.

Menurut Dandim, tugas fasilitator ini adalah tugas kemanusiaan yang mulia membantu masyarakat yang dalam kesulitan.

Dalam kesempatan itu juga Kepala pelaksana BPBD KSB Ir. Lalu Muhammad Azhar menjelaskan bahwa tugas utama fasilitator adalah membentuk pokmas, namun pokmas tersebut sudah terbentuk beberapa waktu lalu yang jumlahnya 193 pokmas di KSB, sehingga tugas fasilitator yakni membantu pokmas tersebut.

“Persentase progres pencapaian di lapangan masih sedikit sekitar 36 persen untuk rumah rusak ringan dan sedang.” Tutur Lalu Azhar.

Azhar berharap para fasilitator ini dapat membantu pokmas dalam pencairan dan pertanggung jawaban dari semua kegiatan yang menyangkut rehab rekon rumah rusak ringan dan sedang.

“Sejauh pantauan kami, fasilitator di KSB selalu semangat, aktif dan bersinergi dengan pokmas dan masyarakat.” Tambah Lalu Azhar.

KSB memiliki 6 fase verifikasi, yang terbanyak adalah rumah rusak sedang dan ringan dibanding rusak berat. Kurang lebih 12 ribu unit rusak ringan dan empat ribuan yang rusak sedang.

“Tantangan kita ke depan tolong dikawal pokmas supaya mempercepat pencairan dengan membuat permohonan pencairan.” Kata Lalu Azhar.

Menurut Lalu M. Azhar, masih banyak pokmas yang harus dibimbing untuk membuat permohonan pencairan, ini yang menjadi kesulitan sementara fasilitator juga masih terbatas. Kurang lebih Rp6 milyar dana yang masih ada di pokmas yang belum dicairkan.

Dalam sosialisasi Juknis baru ini pada prinsipnya sama tetapi lebih simple dan mempermudah pokmas dalam pencairan, karena Juknis ini adalah kunci untuk melangkah ke depannya. Dan dalam waktu dekat akan ditambah fasilitator yakni dari Kepolisian. (Feryal/tifa/rangga)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru