Smelter Tingkatkan Gerakan Ekonomi Di KSB

Sumbawa Barat. Diskominfo - Dalam industri pertambangan mineral logam, adanya Smelter merupakan bagian dari proses sebuah produksi membersihkan mineral yang masih tercampur material bawaan yang harus dibersihkan, ini berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, tembaga, emas, dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir.

Pembangunan Smelter di wajibkan bagi seluruh perusahaan tambang di indonesia. Seperti yang ditulis www.alatberat.com pada tahun 2014 ada 66 perusahaan tambang yang sedang berusaha membangun Smelter, di antaranya 25 perusahaan saja yang telah berada di tahap proses akhir pembangunan smelter.

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) adalah salah satu kabupaten yang serius akan membangun Smelter, Bupati Sumbawa Barat, DR. Ir. H. W Musyafirin, M.M pada saat apel Syukur ke-2 tahun 2019, Rabu (20/2) mengatakan, saat ini KSB sedang fokus untuk mensosialisasikan rencana pembangunan industri pengolahan dan pemurnian hasil tambang (smelter) PT. Aman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) dan industri turunannya yakni industri semen, industri pupuk dan industri lainnya di kec. Maluk - KSB.

Dijelaskan Bupati, sejauh ini untuk mempercepat pembangunan Smelter yang di dalamnya pemda KSB juga terlibat, Gubernur NTB telah membentuk tim percepatan pembangunan Smelter.

Bupati berharap peran serta seluruh pihak dalam mensosialisasikan rencana ini maksimal. “Kita semua khususnya Aparatur Sipil Negara juga harus berkontribusi memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, jangan menjadi provokator yang bisa merusak kondusifitas keamanan agar pembangunan industri smelter dan industri turunan nya yang merupakan perusahaan non ekploitasi berjalan lancar.” Kata Bupati.

Smelter bukan saja kebutuhan PT. AMNT, tambah Bupati, tetapi untuk kepentingan warga KSB juga, karena kehadiran Smelter dan industri turunannya di KSB akan menjadi penggerak ekonomi di KSB khususnya dan NTB pada umumnya.

Industri-industri tersebut juga akan banyak membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sesuai rencana, pembangunan smelter akan rampung pada tahun 2021 dan akan mulai dioperasikan pada tahun 2022. feryal/tifa dok. rangga.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru