Pembangunan Jalan Usaha Tani Wujud Kepedulian Pemdes Pada Petani

KM-Rensing Bat_Pembangunan di pedesaan kian meningkat dengan hadirnya alokasi Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Salah satunya direalisasikan oleh Desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur, desa Rensing Bat memanfaatkan Dana Desa dengan membangun Jalan Usaha Tani demi kemajuan para petani yang ada di desa.

Anggaran 2019 ini menyerap anggaran ADD dan DD dengan sejumlah pembangunan mulai dari pembangunan rabat beton, irigasi, SPAL dan lain-lain yang pembangunan-pembangunan tersebut tak lepas dari peran serta masyarakat. Seperti yang sedang dalam pengerjaan jalan usaha tani sepanjang kurang lebih 400 meter yang berada di dusun Rensing Bat dari Jalan utama sampai Terontong.

Peningkatan infrastruktur yang di realisasikan pemerintah desa untuk mendukung masyarakat pada bidang pertanian dan perkebunan, dengan harapan mempermudah petani dalam mengangkut hasil buminya.

Pembangunan yang dilaksanakan merupakan hasil musyawarah dan mufakat bersama masyarakat, termasuk masyarakat yang ikut berkontribusi dalam meningkatkan kemajuan desa.

Pembangunan jalan usaha tani ini juga dilakukan sebagai upaya bentuk memenuhi sarana yang dibutuhkan masyarakat, terutama para petani. Agar mereka bisa lebih mudah dan cepat dalam melalukan berbagai aktifitasnya sehari-hari. Apabila mereka sudah terpenuhi sarana dan prasarananya, diharapkan akan lebih semangat dalam mengelola lahan dan dapat memaksimalkan potensi yang ada.

Ke depan dengan telah dibangunnya jalan usaha tani ini, hasil panen akan lebih meningkat. Infrastruktur jalan yang ada untuk mengangkut padi dan komoditi lainnya yang dihasilkan petani telah tersedia dan tidak lagi ada petani yang mengeluh disetiap musim panen dengan ketiadaan akses jalan yang dekat dengan lahan mereka.

Kepala Desa Rensing Bat Muhammad Hilmi, SE mengatakan, Pembangunan jalan usaha tani ini sebagai wujud kepedulian pemerintah desa Rensing Bat kepada para petani yang mana mayoritas warganya adalah bekerja sebagai petani, dengan adanya jalan ini nanti diharap mampu meringankan biaya mobilisasi pengangkutan hasil pertanian terutama pada musim panen padi dan tembakau, harap Kades Hilmi.

“Pembangunan jalan usaha tani ini sudah lama di idam-idamkan masyarakat petani terutama petani yang ada di areal pembangunan jalan sekarang, disamping tempatnya yang jauh dari jalan raya, juga kondisi jalan yang agak menanjak membuat para petani sangat mengharapkan adanya jalan yang dekat dengan sawah mereka” Ungkap hilmi.

Pengerjaan jalan usaha tani ini kita sudah mulai dan diharapkan siap akhir Desember, Anggaran yang di gunakan untuk pembangunan jalan ini berasal dari dana desa 2019 tahap 3 sebesar kurang lebih 400 juta, Tutup kades.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru